Bukan gara-gara akhir-akhir ini di Indonesia lagi hot-hotnya K-Drama. Saya udah gandrung K-Drama sejak jaman lulus SMA, 10 tahun yang lalu. Drama pertama yang saya tonton Jewel in The Palace/Jang Geum. Nah sejak nonton si Jang Geum, sampe sekarang saya rutin searching drama-drama Korea keluaran paling gress. Apalagi setelah tinggal di Jepang, bukan beralih ke J-Drama tapi malah makin gandrung ama K-Drama.
K-Drama itu obat penghilang bosan dengan rutinitas sehari-hari, membuat bergairah untuk segera sampe apartemen setelah kerja selesai. Walaupun kadang-kadang bosen juga dengan K-Drama. Nah kalo udah bosen saya baru beralih ke J-Drama, atau film-film Hollywood, bahkan film-film Bollywood juga saya sikat. Tapi tetep andalan saya K-Drama. Alasannya klise karena pemainnya keren-keren, ceweknya juga cantik2. Walaupun bukan rahasia lagi kecantikan dan kegantengan mereka itu hasil bedah plastik dari ujung kepala sampe ujung kaki.
Yang bikin makin girang adalah temen se-apartemen ada yang sealiran jadi makin klop dech. Kalo saya lagi gandrung nonton satu judul drama dan dia belum nonton saya pasti jadi racun, begitu juga sebaliknya. Ntar di sela-sela waktu luang ada bahan ngobrol jadi hubungan kami tambah anget aja. Bedanya, roommate-ku lebih gila soal K-Drama, dia ikutin all about K-Pop, K-Drama, dan segala tetek bengek. Saya sich cukup dapet berita dari cerita roommate aja. Walaupun sesama pecinta K-Drama tapi kami masih suka ledek-ledekan soal aktor favorite. Soal Kesukaan akan K-Drama saya rasa masih wajar-wajar saja, sekedar suka. Dibandingin roomate yang tiap hari ga lepas dari K-Drama. Pagi bangun tidur, pulang kerja bahkan sebelum tidur tak lepas dari K-News.
Entah sudah berapa puluh judul ya yang saya tonton, tapi belum bosen juga. Kalopun jenuh paling seminggu ntar pasti balik lagi searching judul baru. Saya rasa dimanapun saya tinggal, saya tetep suka K-Drama. untuk sekarang dan setahun mendatang mungkin tak akan berubah, entah 10 tahun kemudian mungkin saya berpindah menyukai wayang dan ketoprak.
Blue Of my LivE
Sekai ni hitotsu dake no Hana...
Sabtu, 17 Maret 2012
Senin, 30 Januari 2012
Hacker
Blogku diusilin orang, sempet ga bs masuk ke Blue of My Live. Pertama kali sadar kl blogku diisengin orang yang tak bertanggungjawab kesel minta ampun. Tiap kali mau masuk ke Blog selalu yang muncul adiwidget.com. Ga pake mikir 2 kali langsung ngadu dech ke Komnas HAM. *lebay ahhh*
Ya jelas siapa lagi, selalu dan selalu, satu-satunya temen yg tau IT cm Shin-kun. Ga pake ba-bi-bu lngs berusaha hubungi dia lewat Twitter yang jelas dia jarang buka, lewat FB dan YM, kalo lagi weekend dia jg jrg buka, untunglah sms di 2 nmr HP-nya ada yg nyampe maklum sms antar negara suka nyangkut dipohon pisang.
Dan Alhamdulillah seminggu ini blog kesayangan sudah kembali sehat, penyakit sudah dimusnahkan dan sudah minum antibiotik jd penyakit si adiwidget itu ga bs dateng-dateng lagi. Senangnya sudah bisa blogwalking kesana-kemari lagi. Dapet cerita dari si dokter kalo yang usilin orang Indonesia sama-sama tinggal di Jepang tepatnya di Fukuoka. Niatnya dia mau numpang ngiklan sekalian ngacak-acak blogku. Sungguh nyebelin banget orang macam gini. Kalo mau usaha ya jangan merugikan orang dong, yang sah dan sesuai aturan kan bisa, jangan bikin kesel orang.
Sepertinya si Hacker ga nyangka aku punya temen yang paham IT jd dia seenak perutnya ngacak-acak blogku, setelah ketauan kalo aku dibantu seorang temen si Hacker kabur dan kucing-kucingan terjadi antara Shin-kun dan Hacker, dari situ Shin-kun tau keberadaan si Hacker dimana.
Jika mungkin dia membaca, Kumaafkan kamu mas Hacker, tp jangan diulang lagi hal kayak begini. Jangan ganggu2 lagi blogku ataupun blog temen2 yang lain. Blog ini cuma sepele dan mungkin tak berarti dimatamu tapi buatku ini sesuatu yang berharga. Gunakan cara-cara yang tidak merugikan orang lain untuk mempromosikan web-mu.
Ya jelas siapa lagi, selalu dan selalu, satu-satunya temen yg tau IT cm Shin-kun. Ga pake ba-bi-bu lngs berusaha hubungi dia lewat Twitter yang jelas dia jarang buka, lewat FB dan YM, kalo lagi weekend dia jg jrg buka, untunglah sms di 2 nmr HP-nya ada yg nyampe maklum sms antar negara suka nyangkut dipohon pisang.
Dan Alhamdulillah seminggu ini blog kesayangan sudah kembali sehat, penyakit sudah dimusnahkan dan sudah minum antibiotik jd penyakit si adiwidget itu ga bs dateng-dateng lagi. Senangnya sudah bisa blogwalking kesana-kemari lagi. Dapet cerita dari si dokter kalo yang usilin orang Indonesia sama-sama tinggal di Jepang tepatnya di Fukuoka. Niatnya dia mau numpang ngiklan sekalian ngacak-acak blogku. Sungguh nyebelin banget orang macam gini. Kalo mau usaha ya jangan merugikan orang dong, yang sah dan sesuai aturan kan bisa, jangan bikin kesel orang.
Sepertinya si Hacker ga nyangka aku punya temen yang paham IT jd dia seenak perutnya ngacak-acak blogku, setelah ketauan kalo aku dibantu seorang temen si Hacker kabur dan kucing-kucingan terjadi antara Shin-kun dan Hacker, dari situ Shin-kun tau keberadaan si Hacker dimana.
Jika mungkin dia membaca, Kumaafkan kamu mas Hacker, tp jangan diulang lagi hal kayak begini. Jangan ganggu2 lagi blogku ataupun blog temen2 yang lain. Blog ini cuma sepele dan mungkin tak berarti dimatamu tapi buatku ini sesuatu yang berharga. Gunakan cara-cara yang tidak merugikan orang lain untuk mempromosikan web-mu.

Kamis, 22 Desember 2011
Restu Ibu
"Orang tua akan melakukan apa saja untuk anaknya. Dan kalau anaknya disakiti, orangtua ikut merasa sakit, bahkan lebih sakit." ini kata mbak enno di tulisannya tempo hari.
Iya, bener banget. aku pernah merasakan hal yang sama.
Belum lama ini, insting seorang ibu emang ga ada duanya. Ibu sudah merasa sebelum aku merasakan. Ibu sudah berkali-kali menanyakan dan memberi nasehat sebelum bencana terjadi padaku. Dan beliau juga yang paling terpukul disaat aku terseok-seok merana diseberang lautan. Seberapapun aku menyembunyikannya, Ibu tau hanya dari suaraku.
Aku bisa sekuat ini karena Ibu, tanpa restunya tak mungkin aku bisa menggapai mimpiku sampai ke Jepang. Jika aku harus berpeluh darah demi restu Ibu, akan kulakukan, karena restu beliau sama dengan kebahagiaanku seumur hidup. Tak ada harta ataupun benda yang bisa ditukar dengan Restu Ibu.
Manusia tak ada yang sempurna, orang tua-pun tak ada yang sempurna dalam mendidik anak. Aku belum pernah mendidik anak, tapi aku sadar bahwa urusan didik-mendidik bukan perkara mudah. Aku yakin Ibu sudah melakukan yang terbaik untuk kami, anak-anaknya. Harapan setinggi langit yang Ibu gantungkan di bahu kami. Doa yang tak pernah henti hanya untuk anak-anak Ibu.
Aku belum mampu membahagiakan Ibu, walaupun Ibu bilang sudah bahagia, bangga melihatku seperti ini tapi aku merasa belum cukup membuat Ibu bahagia. Semoga masih banyak kesempatan yang diberikan Tuhan untukku agar aku bisaa berbuat lebih dan lebih untuk Ibu.
Seberapapun kekurangan Ibu dimataku, Engkau adalah yang terbaik yang kumiliki. Dan Aku menyayangi Ibu sampai kapanpun, Ada dan tiada, Ibu selalu dihatiku.
I love U, Ibu.
Iya, bener banget. aku pernah merasakan hal yang sama.
Belum lama ini, insting seorang ibu emang ga ada duanya. Ibu sudah merasa sebelum aku merasakan. Ibu sudah berkali-kali menanyakan dan memberi nasehat sebelum bencana terjadi padaku. Dan beliau juga yang paling terpukul disaat aku terseok-seok merana diseberang lautan. Seberapapun aku menyembunyikannya, Ibu tau hanya dari suaraku.
Aku bisa sekuat ini karena Ibu, tanpa restunya tak mungkin aku bisa menggapai mimpiku sampai ke Jepang. Jika aku harus berpeluh darah demi restu Ibu, akan kulakukan, karena restu beliau sama dengan kebahagiaanku seumur hidup. Tak ada harta ataupun benda yang bisa ditukar dengan Restu Ibu.
Manusia tak ada yang sempurna, orang tua-pun tak ada yang sempurna dalam mendidik anak. Aku belum pernah mendidik anak, tapi aku sadar bahwa urusan didik-mendidik bukan perkara mudah. Aku yakin Ibu sudah melakukan yang terbaik untuk kami, anak-anaknya. Harapan setinggi langit yang Ibu gantungkan di bahu kami. Doa yang tak pernah henti hanya untuk anak-anak Ibu.
Aku belum mampu membahagiakan Ibu, walaupun Ibu bilang sudah bahagia, bangga melihatku seperti ini tapi aku merasa belum cukup membuat Ibu bahagia. Semoga masih banyak kesempatan yang diberikan Tuhan untukku agar aku bisaa berbuat lebih dan lebih untuk Ibu.
Seberapapun kekurangan Ibu dimataku, Engkau adalah yang terbaik yang kumiliki. Dan Aku menyayangi Ibu sampai kapanpun, Ada dan tiada, Ibu selalu dihatiku.
I love U, Ibu.
Senin, 05 Desember 2011
SABETSU
Obrolan sore ini dengan teman kerja membahas soal AIDS, karena tgl 1 Desember kemarin Hari AIDS Se-Dunia dan ada Ironi di negara kita tercinta. Di hari AIDS yang seharusnya kita menaruh empati pada penderita AIDS, boro-boro berempati ini malah ada diskriminasi pada seorang anak yang bapaknya ODHA, tentu anaknya sehat walafiat. Bener2 menyayat hati, saya yang bukan korban diskriminasi aja perih rasanya apalagi yang jadi korban.
Karena itu, Saya tergelitik untuk menanyakan perihal AIDS pada orang Jepang. Sejauh mana mereka menilai seseorang pengidap HIV. Apa pendapat mereka tentang ODHA.
Saya (S) : AIDS no koto Shiteiru no? Tau Soal AIDS?
Machida (M) : Shiteiru yo. Tau dong
S : Nihon de AIDS byouki ni kakateru hito ga iru no? Di Jepang, ada pengidap HIV?
M : Iru yo Amari inai kedo...Ada, tapi ga banyak
S : Aaa...honto?Genki no nihonjin wa sono hito ni dou yate?tatoeba AIDS no hito attara daijobu?Perlakuan kalian terhadap pengidap AIDS gimana?Kalo misal ketemu dengan pengidap AIDS gmn?
M : Daijobu yo...futsu no seikatsu yareru janai no?Gapapa, bukankah mereka bisa melakukan kehidupan seperti biasa?
S : Kowakunai no?ga takut?
M : Nande kowai?Shaberu dake utsurarenai desyo. Chi mazettara, Sex yattara Utsureru desyou?!kenapa takut?kalo cuma ngobrol ga akan tertular to?Kalo darahnya bercampur atau sex baru bs ketularan kan?
S : So desyou...Iya
M : Nande Kiku?Kenapa tanya?
S : Nande mo nai. Kaishain nareru no?sabetsu shinai no?Gapapa...Bisa jadi karyawan juga?ga ada diskriminasi?
M : Shigoto yareru dattara ii to omou yo. Kalo bisa kerja saya pikir gapapa.
Nahhh mereka tau kalo pengidap AIDS itu bisa melakukan hal-hal seperti orang normal, punya kehidupan biasa seperti orang sehat. Bahwa AIDS ga semudah itu menular, kl cuma ngobrol aja ga bakalan ketularan. Walaupun disini ga banyak ODHA tp informasi tentang penularan AIDS bener2 sampe ke otak sebagian besar warga Jepang. Yang saya tanyain bukan orang kota yang gaul dan berpendidikan tinggi lho, saya sengaja bertanya pada emak2 umur 50thn, yang kerjaannya cuma ngurus dapur perusahaan kami.
Ayo...!!! orang2 yang masih berpikiran sempit, buka wawasannya biar cepet maju negara kita, biar bisa segera nyusul Jepang.
Hari ini, Saya yang dari awal cm liat perkembangan kasus seorang anak yg ditolak bersekolah karena bapaknya ODHA berbangga hati perjuangan bapak si anak tak sia2. Sekolah tersebut mengakui kesalahan, meminta maaf dan menerima kembali si anak. Semoga dikemudian hari tak ada lagi kasus-kasus diskriminasi seperti ini.
Tidak hanya diskriminasi pada ODHA pada siapapun saya pikir itu ga adil, bukankah kita semua dimata Tuhan sama?belum tentu di mata Tuhan kita yang sehat lebih baik dari mereka kan?
Kalo ada yang bilang itu penyakit hukuman dari Tuhan, memang hanya Tuhan yang berhak menghukum umatnya, kita tak boleh menghakimi mereka. Jadi kita ga ada hak mencap mereka dengan embel-embel apapun. Berempati-lah jika tak bisa ber-empati ya diamlah dan jangan menatap mereka dengan pandangan aneh itu. Sudah cukup apa yang mereka derita jangan lagi ditambah stigma yang memojokkan mereka.
*Sabetsu : Diskriminasi
Langganan:
Entri (Atom)
